Hafal Al-Quran dan Bisa Mencuci Sendiri

Ziyan dan Ustadz Farid dlam acara Talkshow Metode Menghafal Al-quran di Masjid Nurul Aisyah Polygon Jakarta 18 Agustus 2015 (Foto : Dok Rmh Tahfidz baitullah/im)

Ziyan dan Ustadz Farid dlam acara Talkshow Metode Menghafal Al-quran di Masjid Nurul Aisyah Polygon Palembang 18 Agustus 2015 (Foto : Dok Rmh Tahfidz baitullah/im)

Siapa orang tua yang sanggup berpisah dengan anaknya. Apalagi seusia Ziyan Ahnaf Sya’bani yang baru berumur 7 tahun. Sejak Sekolah Dasar Ziyan sudah bergumul dengan anak-anak dari penjuru tanah air di Pondok Pesantren Penghafal Al-quran Tangerang milik Ustadz Yusuf Mansyur.

Tapi bagi seorang Ustadz Farid Wajdi, Lc. MA  Al Hafidz dan isterinya hal itu tetap dilakukan. “Memang harus tega, Pak. Kalau tidak tega anak kita tidak jadi hafidz, Pak,” ujar Ustadz Farid menjawab keluh kesah salah seorang jemaah di Masjid Nurul Aisyah Polygon Palembang, dalam acara Talkshow Metode Menghafal Alk-Quran, pekan silam, Senin (18/8/2015).

“Kalau saya belum anggup, Pak. Jangankan mau pisah bertahun-tahun seperti ustadz, hanya beberapa hari saja kepala saya sudah pusing. Saya salut sama Ustadz Farid,” ujar jemaah yang kagum terhadap sikap Ustadz Farid dan isterinya.

Kali itu Ziyan yang menjadi obyek pembicaraan sudah tidur pulas persis di sampping Ayahnya. Ini sesuai dengan ujaran Ustadz Farid, diatas pukul 21.00 Wib Zuyan pasti sudha tidur. Sebab pada pukul 03.30 WIB Ziyan harus sudah bangun untuk menghafal Al-quran. Kali itu Ziyan tak hirau kalau dirinya malam itu sedang menjadi bahan perbicangan jemaah.

Di Pondok kata Ustadz Farid, Ziyan bukan hanya bisa menghafal Al-quran, tapi sejak di pondok putranya sudah bisa mencuci sendiri. “Makanya waktu di acaranya Rafi Ahmad, Ziyan sempat diledek oleh Rafi. Kata Rafi : Ziyan katanya sekarang kamu sudah bisa mencuci sendiri, ya? Ziyan jawab : Iya! Rafi lalu meledek Ziyan : Kalau gitu di bagasi mobil itu banyak cucian, tolong dong cuciin, baju Kak Rafi, kamu kan pintar nyuci,” Ustadz Farid menirukan ledekan Rafi Ahmad, presenter sebuah acara di salah satu televisi swasta di Indonesia.

Metode Treompet

Ziyan yang kini menjelma menjadi bocah pengafal Al-quran (Hafidz Cilik) bukan tanpa proses. Ustadz Farid jauh sebelum menikah memang sudah bermimpi kelak anaknya akan menjadi penghafal Al-quran. “Cita-cita saya ingin punya anak yang hafal-Al-quran sudah saya niatkan sejak saya belum menikah. Alhamdulillah doa itu terkabul. Subhanallah,” kisahnya.

Menurut Ustadz Farid, membentuk penghafal Al-quran bagi pasangan suami isteri, yang ingin anaknya menjadi hafids, apalagi yang saat ini sedang hamil bisa menggunakan metode terompet. “Ini saya lakukan saat isteri saya mengadung Ziyan. Jadi dengan modal seribu perak, saya beli terompet, kemudian ujung terompet saya tempelkan di perut isteri, saya bacakan ayat-ayat suci Al-quran. Itu saya lakukan hampir setiap waktu. Gerakan bayinya sungguh luar biasa saat mendengar ayat Al-quran yang saya bacakan. Jadi bapak dan ibu bisa melakukan itu. Insya Allah akan terkabul. Tentu ada ihtiar lain, dengan shalat sunnah dan berdoa,” tambah Ustadz Farid memberi motivasi kepada jemaah**

TEKS / EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

Iklan

Tentang admin

Jurnalis
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Berita Santri. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s